Maintenance
Maintenance Activity
Halaman pencatatan pelaporan penyelesaian kegiatan perbaikan mesin (Work Orders).
Maintenance Activity
Halaman Maintenance Activity adalah fitur inti bagi sub-komando teknisi perawatan mekanik/elektrik. Fitur ini layaknya kartu rekam medis yang wajib diajukan atau diisi oleh kru mekanik setiap kali tuntas melakukan penindakan perbaikan (servicing/overhaul) terhadap instrumen apa pun. Jurnal ini adalah bukti sah bahwa sebuah alat dirawat dengan baik.

Cara Mengakses
Sidebar → Maintenance → Maintenance Activity
Path: /maintenance/activity
Panduan Penggunaan
Rancang alur kerja pendokumentasian perbaikan atau clearing work order secara sistematis:
1. Memeriksa Tabel Jurnal Perawatan Lampau
- Arahkan sidebar ke opsi Maintenance, dan silakan klik Maintenance Activity.
- Rekaman historis reparasi (berdasarkan tanggal selesai proses pemeliharaan) oleh tim internal akan berjajar menyapa Anda di antarmuka tabel indeks ini.
2. Meresmikan Catatan Pekerjaan Perbaikan Baru (Create)
Setiap selesai membersihkan alat atau mengganti suku cadang (spareparts):
- Di halaman histori Maintenance Activity, tekan tombol hijau bertajuk Tambah.
- Isi formulirnya: jelaskan tipe perbaikannya (Preventive/Breakdown), mesin yang diservis, durasi jam orang (man-hours), deskripsi temuan cacat, perbaikan yang dilakukan, serta rincian suku cadang yang digunakan.
- Klik tombol Simpan untuk mengesahkan laporan perawatan alat tersebut.
3. Membuka Arsip Laporan Pekerjaan Terdahulu (Detail)
- Tembak baris pelaporan perbaikan di tabel dengan menekan tautan ID laporannya.
- Halaman formulir detil yang lengkap akan ditayangkan mencakup semua informasi pelaksana tugas.
4. Merevisi Jurnal Laporan Teknisi (Edit)
Seandainya teknisi salah menyebut nama merek pelumas pengganti atau durasi berkerja yang dinput keliru:
- Di dalam arsip laporan detail yang salah, tekan tombol sakelar wujud pensil Edit.
- Koreksi teks deskripsi pemakaian material kelengkapan kerja Anda.
- Klik sentuhan pelolosan data di tombol Simpan.
Mohon hindari pemalsuan dokumentasi riwayat kalibrasi maupun perbaikan fiktif (Contoh: Menulis alat dirawat padahal hanya dilap). Kekurangan data akurat di sistem ini sama saja dengan membutakan tim dalam membaca Prediksi Kekerapan Kerusakan (Failure Analytics) di masa yang akan datang.
